Site Network: :: HOME | :: ABOUT | :: THEORY | :: CONTACT




Kumpulan Situs Jurnal Ekonomi
Mencari jurnal ilmiah ekonomi merupakan sesuatu yang gampang-gampang susah terutama di Indonesia.Ketersediaan situs jurnal ilmiah di Indonesia masih sangat kurang,yah... paling lewat google,dikti,LIPI,portal Garuda,atau berburu ke perpustakaan online universitas yang sering tidak disediakan full teksnya.Hal ini menjadi sulit apabila kita mencari jurnal yang benar-benar relevan dengan kebutuhan kita ditambah lagi jumlah jurnal yang ada sangat sedikit.Hal ini juga telah saya rasakan.
Menanggapi hal tersebut kita dapat mencari jurnal ke situs-situs penyedia jurnal yang lengkap sebagai bahan referensi kita.Dalam tulisan ini saya mau membagikan alamat situs-situs jurnal yang ada kepada teman-teman agar kita semua dapat memperkaya bahan referensi kita.Oh iya,semua situs-situs berikut adalah situs berbahasa Inggris.Saya juga menggunakan jurnal-jurnal berbahasa Inggris,toh bisa diterjemahkan bukan?Hhe...
Ini dia:
Nama : Social Science Research
Situs : http://www.ssrn.com/
(di sini kita daftar dulu,GRATIS.)
Nama : National Bureau of economic research
Situs : http://www.nber.org/
Nama : Journal of Economic Literature
Situs : http://www.aeaweb.org/jel/index.php
Nama : Economic and Finance Research
Situs : http://ideas.repec.org/
Nama : Economic Development and Cultural Change
Situs : http://www.journals.uchicago.edu/EDCC/home.html
Nama : Journal of Economic Literature
Situs : http://www.aeaweb.org/journal.html
Nama : Journal of Economic Studies
Situs : http://www.emeraldinsight.com/jes.htm
Nama : Journal of Environmental Economics and Management
Situs : http://www.academicpress.com/
Nama : Journal of Economic Geography
Situs : http://jeg.oupjournals.org/
Nama : Journal of Economic Issue
Situs : http://www.orgs.bucknell.edu/afee/jei/
Nama : Journal of Economic and Social Measurement (JESM)
Situs : http://www.iospress.nl/
Nama : Journal of Economic Development
Situs : http://jed.econ.cau.ac.kr/
Nama : Economic Journals
Situs : http://info.mcc.ac.uk/som_Ecom_G/econ/econjournals.html
Nama : Engineering Management Journal
Situs : http://www.iee.org.uk/publish/journals/magsnews/engmanj/html
Nama : European Journal of Operational Research
Situs : http://www.elsevier.nl/locate/ejor
Nama : Academy of Management Journal
Situs : http://www.aom.pace.edu/amj/
Nama : Academy of information and Management Sciences Journal
Situs : http://www.alliedacademies.org/ims/
Nama : Accounting Educators Journal
Situs : http://www.uidaho.edu/cbe/aej/journal.html
Nama : AdTalk
Situs : http://www.adtalk.com
Nama : ADV
Situs : http://www.advmag.com
Nama : Australian Journal of Management
Situs : http://www.agsm.unsw.edu.au/eajm
Nama : Digitrends
Situs : http://www.digitrends.net/

A.PENGERTIAN PENDAPATAN NASIONAL
Pendapatan Nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh faktor produksi yang digunakan untuk memproduksikan barang dan jasa dalam suatu tahun tertentu (Sukirno, 2008, p36)


B. KONSEP PENDAPATAN NASIONAL
1. PDB/GDP (Produk Domestik Bruto/Gross Domestik Product)
Produk Domestik Bruto adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu Negara selama satu tahun. Dalam perhitungannya, termasuk juga hasil produksi dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi diwilayah yang bersangkutan
PNB/GNP (Produk Nasional Bruto/Gross Nasional Product)
PNB adalah seluruh nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu Negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk didalamnya barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat Negara tersebut yang berada di luar negeri.
Rumus :
GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri
NNP (Net National Product)
NNP adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam periode tertentu, setelah dikurangi penyusutan (depresiasi).
Rumus :
NNP = GNP – Penyusutan
NNI (Net National Income)
NNI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima oleh masyarakat setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax)
Rumus :
NNI = NNP – Pajak tidak langsung
PI (Personal Income)
PI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat setelah dikurangi oleh laba ditahan, iuran asuransi, iuran jaminan social, pajak perseorangan dan ditambah dengan transfer payment.
Rumus :
PI = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan social + Pajak perseorangan )
DI (Disposible Income)
DI adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan oleh penerimanya.
Rumus :
DI = PI – Pajak langsung


C. METODE PENGHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
1. Pendekatan Nilai Produksi
adalah dengan mengalikan jumlah seluruh barang dan jasa yang diproduksi dalam satu tahun dengan harga satuannya masing-masing.
Rumus: Y= [(P1 x Q1) + ( P2xQ2) + ( P3xQ3) + …+(PnxQn)]
 
yang perlu diingat dalam hal ini adalah jangan sampai melakukan perhitungan berulang terhadap suatu jenis barang dan atau jasa. oleh karena itu, yang harus dijumlahkan adalah nilai tambah dari barang dan jasa, bukan nilai akhirnya. jadi, besarnya pendapatan nasional adalah sebesar nilai tambahnya yaitu Rp 50.000
komponen pendapatan nasional menurut pendekatan nilai produksi terdiri dari Sembilan lapangan usaha sebagai penghasil barang dan jasa, sebagai berikut:
a. pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan.
b. pertambangan dan penggalian.
c. industry pengolahan.
d. listrik, gas, dan air minum.
e. bangunan.
f. perdagangan, hotel, dan restoran.
g. pengangkutan dan komunikasi.
h. keuangan, penyewaan, dan jasa perusahaan
i. jasa-jasa


2. Pendekatan Pendapatan
merupakan hasil penjumlahan dari seluruh penerimaan (rent, wage, interest, profit) yang diterima oleh pemilik factor produksi dalam suatu negara selama satu periode.
Rumus : Y = W + r + i + P
keterangan:
Y : pendapatan nasional
W : wage (upah atau gaji)
r : rent ( sewa)
i : interest ( bunga)
P : Profit


3. Pendekatan Pengeluaran
adalah pendekatan dengan menjumlahkan seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh semua pelaku ekonomi, baik itu rumah tangga, perusahaan, pemerintah, dan sector luar negeri.
rumus: Y= C + I + G + ( X-M)
keterangan :
Y :pendapatan nasional
C : konsumsi rumah tangga
I : investasi oleh perusahaan
G : pengeluaran pemerintah
X-M : ekspor netto ( nilai ekspor- nilai impor)


D. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Nasional
a. kualitas sumber daya manusia
b. potensi sumber daya alam
c. jumlah modal yang digunakan
d.tingkat teknologi yang digunakan
e. stabilitas keamanan
f. kebijakan pemerintah
g. keadaan geografis dan geologis
h. konsumsi, tabungan, dan investasi


E. Tujuan dan Manfaat Mempelajari Pendapatan Nasional


v Tujuan :
Mengetahui kemampuan dan pemerataan perekonomian masyarakat dan negara
Memperoleh taksiran yang akurat tentang nilai barang dan jasa dalam satu tahun
Membantu pemerintah dalam perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan
Mengkaji dan mengendalikan faktor-faktor yang mempengaruhi perekonomian negara
v Manfaat :
Mengetahui struktur perekonomian negara (agraris, industri, jasa)
Mengetahui pertumbuhan perekonomian negara, dengan cara membandingkan pendapatan nasional dari waktu ke waktu
Dapat membandingkan perekonomian antar daerah
Dapat dijadikan dasar perbandingan dengan perekonomian negara lain
Dapat membantu kebijakan pemerintah di bidang ekonomi

Berikut ini, daftar nama-nama berkala ilmiah yang sudah terakreditasi oleh DIKTI khususnya di Bidang Ekonomi, yang dapat memudahkan mahasiswa program S-2 dalam mencari jurnal-jurnal yang sudah terakreditasi sesuai dengan surat edaran DIKTI yang mensyaratkan mahasiswa S-2 untuk mempublikasikan karya ilmiahnya di Jurnal Nasional Terakreditasi.
Nama Jurnal Penerbit Status Akreditasi Masa Berlaku Email
The South East Asian Journal of Management Pascasarjana Ilmu Manajemen FE UI A Nov-13 seam@ui.ac.id; mrc@ui.ac.id
Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan Bank Indonesia Jakarta B 2011-2016 paper.bemp@gmail.com, Cc.to:bemp@bi.go.id
Jurnal Aplikasi Manajemen (JAM) Jurusan Manajemen FE Unbraw B 2011-2016 info@jurnaljam.com
Economic Journal of Emerging Markets (EJEM) Pusat Pengkajian Ekonomi (Center for Economic Studies) Fak. Ekonomi Univ. Islam Indonesia bekerja sama dengan The Indonesia Regional Science Association (IRSA) Yogyakarta B 2011-2016 journal_ejem@yahoo.co.id
Jurnal Manajemen Teknologi Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung B 2011-2016 journal@sbm-itb.ac.id
Indonesia Capital Market Review Management Research Center (MRC) Departemen Manajemen Fak. Ekonomi Univ. Indonesia B 2011-2016 icmr@pascafe.ui.ac.id, icmr_feui@yahoo.com
Journal of Indonesian Economy and Business (Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia) Fak. Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada B 2011-2016
Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia Pusat Pengembangan Akuntasi (PPA) Fak. Ekonomi Univ. Islam Indonesia Yogyakarta B 2011-2016
Jurnal Keuangan dan Perbankan Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Program Magister Manajemen IKPIA Perbanas Jakarta B 2011-2016 jurnal@stieperbanas.ac.id cc:firmansp@gmail.com
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Fak. Ekonomi Program Studi Akuntansi Univ. Kristen Petra Surabaya B 2011-2016 puslit@petra.ac.id
Jurnal Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanegara B Juli 2012 ppdi@tarumanegara.ac.id
Jurnal Riset Akutansi Indonesia Kompartemen Akuntan Pendidik-Ikatan Akuntan Indonesia Yogyakarta B Juli 2012 jrai2008@gmail.com
Jurnal Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanegara B Juli 2012 ppdi@tarumanegara.ac.id
INTEGRITAS(Jurnal Manajemen Bisnis) Prasetya Mulya Business School Jakarta B Juli 2012 penerbitan@pmbs.ac.id
Jurnal Ekonomi Bisnis dan Akutansi Ventura PPM STIE Perbanas Surabaya B Desember 2012 venturaperbanas@yahoo.com
Economic and Finance in Indonesia (EFI) Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Jakarta B Desember 2012 eki@lpem-feui.org
Jurnal Akutansi dan Keuangan Indonesia Departemen Akutansi FEUI B Desember 2012 laki@fe.ui.ac.id, dahlia-s@ui.ac.id
EKUITAS (Jurnal Ekonomi dan Keuangan) USK Ekuitas Surabaya B Desember 2012 stiesia@sby.dnet.net.id;
Jurnal Ekonomi Trikonomika Fak. Ekonomi Universitas Pasundan Bandung B Desember 2012 feunpas@bdg.centrin.net.id
Akuntabilitas Fak. Ekonomi Universitas Pancasila Jakarta B Desember 2012 akuntabilitas_feup@yahoo.com
Jurnal Ilmiah Ekonomi Bisnis PT. Quadrata Persada Komunika Depok B Desember 2012 eksbis@gunadarma.ac.id
Jurnal Ekonomi Pembangunan Balai Penelitian dan Pengembangan Ekonomi (BPPE) Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta B Juli 2013 jepums@yahoo.co.id
Jurnal Bisnis dan Manajemen Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran Bandung B Juli 2013 jbm@fe.unpad.ac.id
Jurnal Manajemen dan Bisnis Jurusan Manajemen, Fak. Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya B Juli 2013 jurnalmabis@ubaya.ac.id
Media Riset Bisnis dan Manajemen Fakultas Ekonomi Univ. Trisakti Jakarta B Juli 2013 syafri@indo.net.id
Jurnal Ilmu Administrasi dan Organisasi Bisnis dan Birokrasi Pusat Kajian Ilmu Administrasi Jakarta B Nov-13 jbbfisip@ui.ac.id
Jurnal Siasat Bisnis Pusat Pengembangan Manajemen,Program Studi Manajemen Fak.Ekonomi Univ. Islam Indonesia Yogyakarta B Nov-13 jurnal@fe.uii.ac.id
Jurnal Keuangan dan Perbankan Program Studi Keuangan dan Perbankan Universitas Merdeka Malang B Nov-13 jurkubank@yahoo.com
Kinerja Jurnal Bisnis dan Ekonomi Fak. Ekonomi Univ. Atma Jaya Yogyakarta B Nov-13 kinerja@uajy.ac.id
Jurnal Akuntansi dan Manajemen Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIE YKPN Yogyakarta B Nov-13 rudy.badrudin@stieykpn.ac.id



FILSAFAT SEJARAH EKONOMI

Tugas Mata Kuliah : Manajemen Operasional

Dosen Pembimbing : Deograsias Yoseph, MM

Oleh : Yoanes Eko Prasetyo

NPM : 12116016



A. PENGANTAR

Secara etimologi, ekonomi berasal dari bahasa Yunani: oikos yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan nomos, atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga". Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah tidak seimbangnya kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan.

Sering disebut sebagai The queen of social sciences, ilmu ekonomi telah mengembangkan serangkaian metode kuantitatif untuk menganalisis fenomena ekonomi. Jan Tinbergen pada masa setelah Perang Dunia II merupakan salah satu pelopor utama ilmu ekonometri, yang mengkombinasikan matematika, statistik, dan teori ekonomi. Kubu lain dari metode kuantitatif dalam ilmu ekonomi adalah model General equilibrium (keseimbangan umum), yang menggunakan konsep aliran uang dalam masyarakat, dari satu agen ekonomi ke agen yang lain. Dua metode kuantitatif ini kemudian berkembang pesat hingga hampir semua makalah ekonomi sekarang menggunakan salah satu dari keduanya dalam analisisnya. Di lain pihak, metode kualitatif juga sama berkembangnya terutama didorong oleh keterbatasan metode kuantitatif dalam menjelaskan perilaku agen yang berubah-ubah.



B. PERSPEKTIF FILOSOFIS EKONOMI MANUSIA PERDANA

Sesungguhnya persoalan ekonomi dan motif pemenuhan kebutuhan hidup sama tuanya dengan keberadaan manusia itu sendiri. Tetapi, pada saat masa Yunani Kuno-lah bukti-bukti konkrit paling awal bisa ditelusuri.

Sebagai Homo Economicus, manusia mempunyai kebutuhan dasar hidup seperti; makan, minum, hubungan sex, istirahat dan lainnya. Pemenuhan kebutuhan tersebut dimaksudkan untuk melangsungkan atau mempertahankan hidupnya. Pada awal manusia perdana –Adam dan Hawa-, belum ada teori-teori ekonomi yang menjelaskan manusia sebagai Homo Economicus.



C. PERIODE PEMIKIRAN EKONOMI

1. FILSAFAT EKONOMI YUNANI KUNO

a. Xenophon (440-355 SM)

Xenophon seorang prajurit, sejarawan dan murid Socrates yang mengarang buku Oikonomikus (pengelolaan rumah tangga). Inti pemikiran Xenophon adalah pertanian dipandang sebagai dasar kesejahteraan ekonomi, pelayaran dan perniagaan yang dianjurkan untuk dikembangkan oleh negara, modal patungan dalam usaha, spesialisasi dan pembagian kerja, konsep perbudakan dan sektor pertambangan menjadi milik bersama.

Karya utamanya adalah "On the Means of Improving the Revenue of the State of Athens". Menurutnya negara Athena yang punya beberapa kelebihan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan negara. Athena potensial untuk menarik pedagang dan pengunjung dari daerah-daerah lain. Hal ini menunjukkan bahwa semangat merkantilisme sudah ada pada masa Yunani Kuno, yang menganjurkan orang melakukan perdagangan dengan negara-negara lain. Dalam hal kepariwisataan, menganjurkan masyarakat melayani para pengunjung yang datang berdarmawisata dilayani sebaik-baiknya, sebab yang datang akan membawa kemakmuran bagi masyarakat daerah yang dikunjungi.

b. Plato (427-347 SM)

Pada masa Yunani Kuno sudah ada teori dan pemikiran tentang uang, bunga, jasa tenaga kerja manusia dari perbudakan dan perdagangan. Bukti tentang itu dapat dilihat dari buku Respublika yang ditulis Plato (427-347 SM) sekitar 400 tahun sebelum Masehi. Pada masa Yunani Kuno, pembahasan tentang ekonomi masih merupakan bagian filsafat ( khususnya Filsafat Moral). Gagasan Plato tentang ekonomi timbul secara tidak sengaja dari pemikirannya tentang keadilan (justice) dalam sebuah negara ideal (ideal state). Dalam sebuah negara ideal, demikian Plato, kemajuan tergantung pada pembagian kerja (division of labor, yakni: Pengatur/Penguasa (ahli filsafat), tentara dan pekerja atau pedagang) yang timbul secara alamiah dalam masyarakat.

Suatu hal yang patut dicatat dari masa Yunani Kuno ini adalah bahwa orang sudah mengenal hedonisme, yang dapat dikatakan sebagai cikal bakal paham materialistik. Hedonisme merupakan paham materialisme mekanistik, yang menganggap kenikmatan egoistis sebagai tujuan akhir dari kehidupan manusia. Paham yang pertama kali digagas oleh Aristippus ini menganggap bahwa kenikmatan adalah tujuan akhir dari kehidupan manusia.

Platolah orang pertama yang mengecam konsep itu. Plato sudah melihat bahwa konsep itu akan mendatangkan gap dalam masyarakat. Ada yang akan hidup berkemewahan, sementara yang lainnya akan sengsara setengah mati.

Teori Plato yang masih relevan dengan keadaan sekarang adalah pendapatnya tentang fungsi uang. Dalam bukunya, Politika, Plato menjelaskan bahwa selain sebagai alat tukar, uang juga berfungsi sebagai alat pengukur nilai dan alat untuk menimbun kekayaan.

c. Aristoteles (384-322 SM)

Aristoteles adalah yang pertama kali memikirkan tentang transaksi ekonomi dan membedakan diantaranya antara yang bersifat "natural" atau "unnatural". Transaksi natural terkait dengan pemuasan kebutuhan dan pengumpulan kekayaan yang terbatasi jumlahnya oleh tujuan yang dikehendakinya. Transaksi un-natural bertujuan pada pengumpulan kekayaan yang secara potensial tak terbatas. Dia menjelaskan bahwa kekayaan un-natural tak berbatas karena dia menjadi akhir dari dirinya sendiri ketimbang sebagai sarana menuju akhir yang lain yaitu pemenuhan kebutuhan. Contoh dari transaksi ini disebutkan adalah perdagangan moneter dan retail yang dia ejek sebagai "unnatural" dan bahkan tidak bermoral. Pandangannya ini kelak akan banyak dipuji oleh para penulis Kristen di Abad Pertengahan.

Aristoteles juga membela kepemilikan pribadi yang menurutnya akan dapat memberi peluang seseorang untuk melakukan kebajikan dan memberikan derma dan cinta sesama yang merupakan bagian dari “jalan emas” dan “kehidupan yang baik ala Aristoteles.

d. Chanakya (350-275 SM)

Dia sering mendapat julukan sebagai Indian Machiavelli. Dia adalah profesor ilmu politik pada Takshashila University dari India kuno dan kemudian menjadi Prime Minister dari kerajaan Mauryan yang dipimpin oleh Chandragupta Maurya. Dia menulis karya yang berjudul Arthashastra (Ilmu mendapatkan materi) yang dianggap sebagai pendahulu dari Machiavelli's The Prince.

Banyak masalah yang dibahas dalam karya itu masih relevan sampai sekarang, termasuk diskusi tentang bagaimana konsep manajemen yang efisien dan solid, dan juga masalah etika di bidang ekonomi. Chanakya juga berfokus pada isu kesejahteraan seperti redistribusi kekayaan pada kaum papa dan etika kolektif yang dapat mengikat kebersamaan masyarakat.



2. FILSAFAT EKONOMI PRA KLASIK



a. KAUM SKOLASTIK (Abad Pertengahan)

Pemikiran kaum skolastik menekankan pada kuatnya hubungan ekonomi dengan masalah etika, serta besarnya perhatian pada masalah keadilan. Hal ini disebabkan karena tokoh-tokoh aliran tersebut dipengaruhi dengan kuat oleh ajaran gereja. Pada zaman pertengahan, ajaran-ajaran gereja memang jauh lebih dominan dibanding ekonomi. Begitu juga kontribusi khusus penulis-penulis abad pertengahan terhadap teknik teori ekonomi lemah. Asumsi yang dipakai adalah kepentingan ekonomi adalah sub-ordinat dari pengorbanan, serta perilaku ekonomi adalah salah satu aspek perilaku abadi yang terikat dengan aturan-aturan moralitas. Orang di jaman itu menganggap kekayaan materi perlu sebab tanpa materi tidak bias menghidupi diri sendiri, apalagi menolong orang lain. Bagaimanapun juga, motif ekonomi sangat dikecam, digambarkan dengan kalimat “the merchant can scarely or never be pleased to God”. Tokoh-tokoh yang dari aliran ini antara lain Peter Abaelardus, St. Albertus Magnus, St. Thomas Aquinas, William Ockham, dan Nicolas Cusasus.



1. Peter Abaelardus (1079-1180)

Ia termasuk orang konseptualisme dan sarjana terkenal dalam sastra romantik, sekaligus sebagai rasionalistik, artinya peranan akal dapat menundukkan kekuatan iman. Iman harus mau didahului oleh akal. Yang harus dipercaya adalah apa yang telah disetujui atau dapat diterima oleh akal. Abaelardus berpendapat bahwa berpikir itu berada di luar iman(di luar kepercayaan). Karena itu berpikir merupakan sesuatu yang berdiri sendiri.

2. Albertus Magnus (1206 – 1280)

Seorang filsuf-relegius dari Jerman. Salah satu pemikirannya adalah tentang harga yang adil dan pantas (just price), yaitu harga yang sama besarnya dengan biaya-biaya dan tenaga yang dikorbankan untuk menciptakan barang tersebut. Sebaiknya dalam proses tukar menukar disertakan unsur etis. Seseorang yang menetapkan harga melebihi biaya-biaya dan pengorbanan lain untuk menciptakan barang, berarti ia telah melanggar etika dan tidak pantas dihormati.

3. Thomas Aquinas (1225-1274)

Seorang filsuf, ahli teologi ternama dari Italia dan pengikut dari Alberthus Magnus. Ia terutama menjadi terkenal karena dapat membuat sintesis dari filsafat Aristoteles dan ajaran Gereja Kristen. Sintesisnya ini termuat dalam karya utamanya: Summa Theologiae (1273). Ia disebut sebagai "Ahli teologi utama orang Kristen." Bahkan ia dianggap sebagai orang suci oleh Gereja Katolik dan memiliki gelar santo.

Dalam bukunya yang berjudul Summa Theologiae, Thomas Aquinas berpendapat bahwa memungut bunga dari uang yang dipinjamkan adalah tidak adil karena sama saja dengan menjual sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Pandangan tersebut sama dengan apa yang dilontarkan oleh Aristoteles yang mengutuk penarikan bunga, sebab bunga adalah keuntungan dari sesuatu yang dilakukan tanpa usaha dan biaya.

4. William Ockham (1285-1349 M)

Menurut pendapatnya, pikiran manusia hanya dapat mengetahui barang-barang atau kejadian-kejadian individual. Konsep-konsep atau kesimpulan-kesimpulan umum tentang alam hanya merupakan abstraksi buatan tanpa kenyataan. Pemikiran yang demikian ini, dapat dilalui hanya lewat intuisi, bukan lewat logika. Disamping itu, ia membantah anggapan skolastik bahwa logika dapat membuktikan doktrin teologis.

5. Nicolas Cusasus

Ia merupakan tokoh pemikir yang berada paling akhir masa skolastik. Menurut pendapatnya, terdapat tiga cara untuk mengenal, yaitu lewat indra, akal dan intuisi. Dengan indra kita akan mendapatkan pengetahuan tentang benda-benda berjasad, yang sifatnya tidak sempurna. Dengan akal kita akan mendapatkan bentuk-bentuk pengertian yang abstrak berdasar pada sajian atau tangkapan indra. Dengan intuisi kita dapat mendapatkan pengetahuan yang lebih tinggi. Hanya dengan intuisi inilah kita akan dapat mempersatukan apa yang oleh akal tidak dapat dipersatukan.

Tokoh lain dalam aliran ini adalah Johanes Scotus Eriugena (810-877), Anselmus dari Canterbury (1033-1109), , Ibn Sina (980-1037) orang Arab dengan nama latin Avicenna, Ibn Rushd (1126-1198) juga orang Arab dengan nama latin Averroes,Moses Maimodes (1135-1204) orang Yahudi, Bonaventura (1221-1274).



b. KAUM MARKANTILISME

Istilah merkantilisme diciptakan oleh Mirabeau (1763) berasal dari kata merchant yang berarti pedagang. Menurut paham merkantilisme, tiap negara yang berkeinginan untuk maju harus melakukan perdagangan dengan negara lain. Paham merkantilisme banyak dianut di negara-negara Eropa pada abad ke-16, antara lain Portugis, Spanyol, Inggris, Perancis dan Belanda. Masa merkantilisme ditandai sebagai periode dimana setiap orang masing-masing menjadi ahli ekonomi bagi dirinya sendiri. Para penggagas merkantil adalah kelompok pedagang.

1. JEAN BODIN (1530-1596)

Jean Bodin adalah seorang ilmuwan berbangsa Perancis, yang dapat dikatakan sebagai orang pertama yang secara sistematis menyajikan teori tentang uang dan harga. Menurutnya, bertambahnya uang yang diperoleh dari perdagangan luar negeri dapat menyebabkan naiknya harga barang-barang. Selain itu, kenaikan harga-harga barang juga dapat disebabkan oleh praktik monopoli dan pola hidup mewah dari kaum bangsawan dan raja. Dalam praktik tersebut, biasanya rakyat menjadi korban, sehingga sangat dikecam pada saat itu.

Dalam bukunya yang berjudul Reponse Aux Paradoxes de Malestroit (1568), dikemukakan oleh Bodin, naiknya harga-harga barang secara umum disebabkan oleh 5 faktor, yakni :

1. Bertambahnya logam mulia seperti perak dan emas.

2. Praktek monopoli yang dilakukan oleh dunia swasta maupun peran negara.

3. Jumlah barang di dalam negeri menjadi langka oleh karena sebagian hasil produksi di ekspor.

4. Pola hidup mewah kalangan bangsawan dan raja-raja.

5. Menurunnya nilai mata uang logam karena isi karat yang terkandung di dalamnya dikurangi atau dipermainkan.

Bodin sependapat dengan Machiavelli bahwa negara mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadap warga negara, karena negara berada di atas hukum. Sebenarnya teori yang dikemukakan oleh bodin ini agak berlebihan, akan tetapi teori ini mencerminkan kebutuhan negara-negara nasional yang sedang tumbuh akan kekuasaan untuk menjaga kestabilan ekonomi dan menciptakan kemakmuran bagi setiap rakyatnya.

Menanggapi perilaku mewah-mewahan yang dilakukan oleh para kaum bangsawan, Jean Bodin menekankan apabila jumlah cadangan yang berupa persediaan emas tersebut lebih baik disimpan terlebih dahulu, dan pengeluaran dilakukan secara hemat dan berhati-hati yang akan berujung pada terkendalinya inflasi.

Teori Jean Bodin tentang nilai uang dinilai sangat maju, maka dari itu dalam selang waktu sekitar setangah abad, Irving Fisher menggunakannya sebagai dasar teorinya yakni teori kuantitas uang.

2. Thomas Mun (1571-1641)

Thomas Mun adalah seorang saudagar kaya yang berasal dari Inggris. Dia banyak menulis tentang perdagangan luar negeri. Buku yang ditulisnya dan sempat menjadi karya yang terkenal berjudul England’s Treasure by Foreign Trade adalah salah satu sumbangan besar terhadap teori perdagangan luar negeri. Thomas Mun mengecam kaum bullion yang melarang mengalirnya emas keluar negeri.

Menurut Mun, untuk meningkatkan kekayaan negara, cara yang biasa dilakukan adalah lewat perdagangan. Dia berpedoman bahwa nilai ekspor keluar negeri harus lebih besar dibandingkan dengan yang di impor oleh negara itu. Menurutnya pula, perdagangan masih tetap akan menguntungkan sekalipun tidak memiliki emas dan perak, dengan cara melakukan transaksi pembayaran lewat bank. Yang digunakan sebagai jaminan kredit adalah komoditi yang sedang diperjual-belikan itu(barter mungkin).

Suatu negara yang memiliki terlalu banyak uang justru tidak baik karena menaikkan harga-harga, dan meskipun kenaikan tersebut akan meningkatkan pendapatan para pengusaha, namum kenaikan tersebut secara umum langsung merugikan dan mengurangi volume perdagangan, karena harga yang tinggi akan mengurangi konsumsi dan permintaan.

3. Jean Baptis Colbert (1619-1683)

J.B. Colber adalah seorang pejabat Negara Perancis dengan kedudukan sebagai Menteri Utama di Bidang Ekonomi dan keuangan dalam pemerintahan Louis XIV. Tujuan yang dibuat olehnya lebih mengarah pada kekuasaan dan kejayaan negara daripada untuk meningkatkan kekayaan orang-perorang.

Ia mendorong usaha dalam sektor kerajinan dan perdagangan dengan menekankan pengenaan bea impor, dengan tujuan memberikan subsidi kepada kapal-kapal pengangkut Perancis, memperluas daerah jajahan Perancis, memperbaiki sistem transportasi dalam negeri. Untuk mendukung kebijakan tersebut dibutuhkan tenaga kerja yang banyak dan murah, maka tenaga kerja Perancis dilarang keluar negeri, sedangkan imigran dari luar negeri di dorong masuk ke dalam Negara.

J. B. Colbert menjamin hak monopoli yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan guna mendorong timbulnya perusahaan baru khususnya untuk perdagangan antar negara. Ia melakukan rangsangan terhadap penemuan-penemuan baru serta membangun industri-industri percontohan. Ia juga mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dengan mendirikan akademi-akademi, perpustakaan, dan memberikan subsidi ke setiap sektor ekonomi.

Dalam praktik ekonomi, banyak terjadi aliansi antara para saudagar dengan penguasa. Kaum saudagar disini memperkuat dan mendukung kedudukan dari penguasa. Penguasa pun memberi bantuan dan perlindungan berupa monopoli, proteksi, dan keistimewaan-keistimewaan lainnya. Pada abad tersebut, Eropa dianggap sebagai kapitalisme komersial, yang kadangkala disebut sebagai kapitalisme saudagar karena kaum saudagarlah yang memegang kendali perekonomian.

4. Sir William Petty (1623-1687)

Sebagai ahli akademisi yang mengajar di Oxford Universty, Sir William banyak menuliskan tentang buku ekonomi politik. Selain itu, Petty juga dikenal sebagai inovator, ahli bahasa, dokter, ahli musik, pelaut, dan wakil direktur di suatu akademi.

Dalam karyanya yang berjudul A treatise of Taxes and Contributions (1662), yang berisi tentang teori yang menyatakan bahwa bukanlah jumlah hari kerja yang menentukan nilai suatu barang, melainkan biaya yang diperlukan agar para pekerja tersebut dapat tetap bekerja.

Dalam hal uang, menurutnya uang diperlukan dalam jumlah secukupnya, tetapi lebih atau kurang dari yang diperlukan dapat mendatangkan kemudaratan. Harga untuk uang adalah bunga modal, dengan demikian, semakin besar jumlah uang beredar, maka bunga modal turun, hal ini akan mendorong kegiatan usaha. Ia juga berpendapat bahwa tingkat harga yang bervariasi proporsionalnya dengan jumlah uang yang beredar. Teori inilah yang juga dikembangkan oleh Irving Fisher untuk Teori Kuantitas Uang nya.

Karya yang lainnya adalah Political Arithmetic (1676), dalam karyanya ini, ia menggambarkan bidang metodologi ekonomi. Dengan terbitnya buku ini maka studi statsitika semakin berkembang di Inggris. Dialah yang mengemukakan pertama kali tentang nilai tenaga kerja yang kurang dimengerti oleh ahli-ahli berikutnya sampai tokoh kaum klasik yang bernama David Ricardo.

5. Sir Dudley North (1641-1691)

North adalah salah satu tokoh yang mendukung adanya perdagangan bebas tanpa adanya campur tangan dan intervensi dari pemerintah melalui perundang-undangan dan segala peraturannya. Ia juga menekankan bahwa pemerintah tidak perlu lagi mencegah larinya emas keluar negeri selama emas tersebut digunakan sebagai keperluan perdagangan.

Dalam pernyataanya, fungsi uang dalam perekonomian suatu negara adalah sebagai alat untuk memajukan perdagangan dan bukan untuk symbol kekayaan negara. Negara akan jatuh miskin apabila uangnya digunakan untuk peperangan dan kepentingan pembayaran untuk negara lain. Menurutnya, bunga uang yang rendah akan mendorong perdagangan dan kemudian akan memperkaya negara.

6. David Hume (1711-1776)

Dalam teorinya, Hume sangat memperhatikan faktor keadilan, dan beranggapan bahwa ketidekadilan akan memperlemah suatu negara. Setiap warga negara harus menikmati hasil kerjanya sesuai dengan kesempatan yang diperolehnya.

Jika tidak terjadi keadilan, maka kekayaan yang dimiliki oleh kaum kaya akan di distribusikan lagi bagi kaum miskin. Dengan cara itu, maka dapat terlaksanakan keadilan yang diinginkan oleh Hume tersebut.

Teori Hume yang terkenal adalah “Price Specie-flow Mechanism”. Dalam teorinya ini, Hume membahas tentang hubungan antara neraca perdagangan dengan jumlah uang dan tingkat harga barang-barang umum pada suatu Negara.







c. KAUM FISIOKRAT

Kata physiocratic berasal dari bahasa Yunani kuno yang merupakan penggabungan dua kata, yaitu physic (alam, ilmu alam) dan cratain atau cratos (kekuatan, kekuasaan), yang kemudian diartikan sebagai kekuatan alam atau hukum alam (rule of nature). Kaum fisiokrat (physiocrat) percaya bahwa alam diciptakan Tuhan penuh dengan keselarasan dan keharmonisan.

Pemikiran kaum fisiokrat mengenai sistem ekonomi juga berakar pada falsafah dasar bahwa penataannya seharusnya diatur menurut kekuatan hukum alam. Bagaimana caranya?

Beri manusia kebebasan, biarkan mereka melakukan yang terbaik bagi dirinya masing-masing. Pemerintah tidak perlu terlalu campur tangan, dan alam akan dengan sendirinya menyeimbangkan dan mengatur sedemikian rupa hingga economic harmony dan general welfare terwujud.

Pemikiran tersebut merupakan benih konsep laissez faire, laissez passer, dari perekonomian bebas yang menyerahkan segalanya kepada mekanisme pasar yang nantinya lebih dikembangkan oleh Adam Smith.

Sistem perekonomian dianggap mirip dengan alam yang penuh harmoni. Setiap tindakan manusia dalam memenuhui kebutuhan masing-masing akan selaras dengan kemakmuran masyarakat banyak. Tidak ada campur tangan pemerintah dan alam mengatur semua pihak untuk itu muncullah doktrin laissez faire-laissez passer yang kira-kira artinya biarkan semua terjadi, biarkan semua berlalu (let do, let pass). Tanpa adanya intervensi atau campur tangan dari pemerintah, maka semua tindakan manusia akan berjalan secara harmonis, otomatis, dan bersifat self regulating. Kaum fisiokrat menganggap sumber kekayaan negara adalah sumber daya alam.

Para fisiokrat mengutamakan arti pentingnya sektor pertanian. Kegiatan pertanian dianggap sebagai satu-satunya sektor produktif yang menghasilkan suatu surplus produksi secara netto (produit net) untuk masyarakat.

Pemerintah tidak perlu terlalu campur tangan, karena alam akan dengan sendirinya menyeimbangkan dan mengatur sedemikian rupa hingga economic harmony dan general welfare terwujud.

Munculnya para tokoh dan aliran fisiokratisme dianggap sebagai reaksi terhadap pandangan dan praktek yang dianjurkan para penganut merkantilisme di masa sebelumnya karena pada era fisiokratisme (abad XVIII) sektor pertanian dan kaum petani lebih dianaktirikan dibanding kepentingan saudagar yang berkecimpung dalam bidang niaga dan industri.

Para tokoh fisiokratisme di antaranya adalah Francois Quesnay, Marquis de Mirabeau, Mercier de la Riviere, Dupont de Nemours, Le Trosne, Nicolas Baudeau, dan Jacques Turgot. Namun di antara mereka yang paling menonjol adalah Francois Quesnay dan Jacques Turgot.

1. Francois Quesnay (1694–1774)

Francois Quesnay sebenarnya adalah seorang dokter (ahli bedah) namun dia tertarik kepada masalah-masalah ekonomi, khususnya yang menyangkut pertanian, karena keprihatinannya atas kehidupan kaum tani yang begitu tertekan.

Salah satu hasil pemikiran Quesnay yang cukup fenomenal dalam ilmu ekonomi adalah bahwa aktivitas ekonomi yang terjadi dalam masyarakat itu membentuk pola arus lingkaran atau circular flow (of income and expenditures) yang menyangkut peredaran barang dan peredaran uang berdasarkan suatu proses reproduksi secara berulang. Gagasan Quesnay tersebut diwujudkan dalam bentuk tabel yang terkenal dengan sebutan tableau economique (1758). Upaya Quesnay ini merupakan langkah awal penerapan metode ilmiah terhadap permasalahan ekonomi. Pemikiran Quesnay yang diwujudkan dalam tableau economique ini kelak dijadikan kerangka acuan pemikiran Leontieff pada abad XX mengenai analisa input-output.

Dari tabel tersebut tampak bahwa Quesnay membagi masyarakat perekonomian menjadi tiga kelas. Productive class, yaitu masyarakat yang aktif berproduksi dibidang pertanian (termasuk perikanan dan pertambangan). Sterile class, kaum non produktif seperti saudagar (di bidang niaga dan industri), para profesional, para buruh, dan tenagakerja penerima gaji. Proprietary class, meliputi kaum tuan tanah.

Productive, proprietary, dan sterile class (khusus saudagar) disebut sebagai golongan mandiri dan memiliki peran aktif dalam perekonomian karena mereka memiliki dan menguasai modal. Sedangkan sterile class selain saudagar, disebut sebagai golongan pasif karena untuk menafkahi hidupnya tergantung sekali kepada golongan-golongan lainnya.

Hanya sektor pertanianlah yang dianggap produktif karena hanya sektor tersebut yang dapat menghasilkan surplus atau sisa produksi bersih (net product, produit net).

Kegiatan kaum saudagar dibidang niaga dan industri dianggap steril karena tidak menghasilkan surplus (kelebihan bersih di atas bahan dan peralatan yang digunakan dalam proses produksi).

2. Jacques Turgot (1727–1781)

Berbeda dengan Quesnay, Turgot adalah seorang ilmuwan sejati di bidang ekonomi, falsafah, dan sastra. Turgot pernah menjabat sebagai menteri keuangan di bawah Raja Louis XVI.

Sejalan dengan pemikiran Quesnay, Turgot juga berpendapat bahwa net product yang diciptakan oleh sektor pertanian menjadi sumber satu-satunya yang dapat memelihara kehidupan golongan masyarakat lainnya.

Menurut Turgot, sebagian besar surplus tersebut dinikmati oleh para pemilik lahan sebagai sewa tanah (land rent). Rent tersebut akhirnya bertumbuh menjadi akumulasi modal. Ini adalah benih munculnya capital accumulation theory. Untuk selanjutnya modal yang terpupuk tersebut merupakan sumber untuk pertumbuhan industri, selain sektor pertanian itu sendiri.

Mengenai pajak, Turgot menganjurkan agar diberlakukan satu pajak tunggal. Pajak tunggal tersebut sebaiknya dikaitkan dengan net product. Turgot juga menganjurkan agar tingkat pajak yang dipungut harus proporsional seimbang dengan besar kecilnya net product dari hasil pertanian. Konsep Turgot ini juga masih dipergunakan oleh banyak negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia, dan di Indonesia dikenal dengan sebutan metode proporsional progresif.

Mengenai penggunaan lahan, peningkatan produksi pertanian perlu lahan yang semakin luas, karena itu terpaksa digunakan bidang-bidang tanah yang mutunya makin rendah. Output pertanian memang bertambah tetapi tingkat pertambahannya semakin berkurang. Karena itu, peningkatan modal dalam produksi tidak membawa peningkatan output dalam tingkat yang sepadan. Pemikiran Turgot ini embrio dari the law of diminishing returns. Kelak menjadi acuan teori land rent-nya David Ricardo serta Robert Malthus.

Argumen dari kaum fisiokrat bahwa sektor manufaktur adalah sterile tampaknya sulit untuk diterima semua pihak. Mereka tidak memasukkan arti productive sebagai kemampuan untuk menciptakan utilitas atau menambah nilai. Productive bagi para fisiokrat adalah kegiatan yang mampu memberikan hasil berupa surplus yang melebihi kebutuhan biayanya (necessary costs). Sedangkan steril adalah kegiatan yang tidak mampu memberikan hasil seperti surplus tersebut.

Pemikiran para fisiokrat tidak didasari fakta-fakta yang cukup yang terjadi pada masa itu. Teori-teori mereka banyak dilatarbelakangi oleh pertimbangan normatif. Implikasinya adalah bahwa doktrin-doktrin mereka dapat direduksi kepada suatu rasionalisasi dari kepentingan kelompok belaka.

Mazhab physiocratism nyata merupakan pendahulu bagi mazhab klasik. Pemikiran-pemikiran Quesnay dan Turgot dapat dianggap sebagai proses transisi ke arah pemikiran para tokoh mazhab klasik. Serangkaian konsep tentang rule of nature (mekanisme pasar), modal dan surplus, produktifitas, sewa lahan, penggolongan masyarakat perekonomian menjadi tiga kelas, perbedaan antara kegiatan yang produktif dan kegiatan yang steril, semua ini merupakan sumbangan dan sarana yang penting bagi munculnya suatu kerangka arus pemikiran dan pola pendekatan baru terhadap permasalahan ekonomi.



3. FILSAFAT EKONOMI KLASIK

Aliran klasik muncul pada akhir abad ke 18 dan permulaan abad ke 19 di masa revolusi. Pada waktu itu sistem liberal sedang merajalela dan menurut aliran klasik, ekonomi liberal itu disebabkan oleh adanya pacuan antara kemajuan teknologi dan perkembangan jumlah penduduk. Mula-mula kemajuan teknologi lebih cepat dari pertambahan jumlah penduduk, tetapi akhirnya terjadi sebaliknya dan perekonomian akan mengalami kemacetan.

Kemajuan teknologi mula-mula disebabkan oleh adanya akumulasi kapital atau dengan kata lain kemajuan teknologi tergantung pada pertumbuhan kapital. Kecepatan pertumbuhan kapital tergantung pada tinggi rendahnya tingkat keuntungan, sedangkan tingkat keuntungan ini akan menurun setelah berlakunya hukum tambahan hasil yang semakin berkurang (low of diminishing returns) karena sumber daya alam itu terbatas.

Teori-teori perkembangan dari beberapa pengamat aliran klasik, diantaranya:

a. John Locke

Sumbangan John Locke untuk ekonomi adalah memberikan justifikasi pertama untuk kepemilikan pribadi dan untuk pembatasan keterlibatan pemerintah dalam kegiatan perekonomian. Locke juga memberi sumbangan pada teori uang dan tingkat suku bunga.

Sumbangan mengenai filosofinya yaitu, mengemukakan proporsi yang agak kontroversial bahwa manusia mempunyai hak atas pekerjaan mereka dan atas hasil dari pekerjaannya itu, mereka menerima tanah sebagai milik mereka secara sah dengan memadukan pekerjaan mereka dengan tanah tersebut.

Uang atau modal diakui oleh Locke benar-benar merupakan hasil dari kerja sebelumnya. Jadi, kepemilikan uang dapat dibenarkan karena orang-orang harus bekerja untuk mendapatkannya. Uang juga membuat manusia dapat mengumpulkan kekayaan lebih banyak lagi karena uang tidak rusak sebelum dikonsumsi. Selain itu, Locke berpendapat bahwa properti pribadi memiliki nilai praktis karena ketika manusia diizinkan mengumpulkan kekayaan maka mereka akan lebih produktif.

Locke menolak pendapat dari Josiah Child (Pertengahan abad ke-17) yang berpendapat bahwa seharusnya negara membatasi tingkat suku bunga sampai 4%. Ia juga berpendapat bahwa hukum riba (Usury Law) hanyalah redistribusi dari keuntungan antara pedagang dan pemberi pinjaman, mereka tidak menguntungkan negara secara keseluruhan karena bunga tersebut tidak meningkatkan peminjaman dan investasi. Locke menyimpulkan bahwa lebih baik bunga dibiarkan sampai ke tingkat yang wajar (yang ditentukan oleh hukum permintaan dan penawaran) ketimbang diterapkan oleh pemerintah.

Sumbangan yang kedua adalah bahwa Locke menolak usulan dari pemerintah Inggris untuk pemecahan masalah uang logam yang terpotong atau terdepresiasi dengan mengurangi berat dari logam mulia dalam semua uang logam, atau mendevaluasi mata uang nasional. Menurut Locke, dengan mengurangi berat kandungan logam mulia, tidak akan membantu karena nilai atau kekuatan pembayar dari uang ini ditentukan oleh kandungan peraknya. Menurunkan nilai uang hanya akan membuat pedagang menginginkan lebih banyak mata uang untuk ditukar dengan barang

b. Adam Smith

Adam Smith lahir pada tahum 1723, dia adalah putra seorang hakim pengacara Scotlandia dan juga seorang pengawas keuangan adat. Dia memperoleh pendidikan di Universities of Glasgow dan Universities of Oxford dan menjadi profesor petama di bidang logic philosophy dan kemudian di bidang moral philosophy di Glasgow.

Seperti Francis Hutcheson, melandasi dasar kecintaan Smith pada natural order. Beberapa paham naturalis yang turut mengilhaminya antara lain, Stoicsisme Yunani, Epicureans, Stoicisme Romawi (antara lain Cicero, Seneca, Epictetus), Hobbes, Bacon dan Locke.

Paham naturalis yang terdiri dari beberapa kelompok ini memiliki kecenderungan pola pikir yaitu keyakinan atau kepercayaan terhadap natural order yang melekat pada tiap diri manusia. Semua itu membuat tiap-tiap organisasi sosial bertindak untuk menyelaraskan dengan natural order. Quesnay dan Mercier de la Riviere (penulis fisiokrat) memberi Smith pandangan tentang pola pikir kaum fisiokrat dan minat serta ketertarikan pada naturalism dan masalah surplus.

Teori uang Smith disusun berdasar referensi dari Hume, Locke dan Steuarts. Dari Petty dan Steuarts, Smith belajar tentang public finance. Pemikiran Smith memberi kejelasan pada pemikiran-pemikiran sebelumnya. Theory of Moral Sentiments (1759) dan An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (1776) merupakan hasil pemikirannya.

Individualisme dan Kebebasan

Adam Smith pertama kali menulis buku yang berjudul The Theory of Moral Sentiments pada tahun 1759. dalam bukunya ini Smith meyakinkan pembacanya bahwa setiap manusia sangat menyukai hidup sebagai warga masarakat dan tidak menyukai hidup yang individualistik dan mementingkan diri sendiri.

Adam Smith memiliki pemikiran bahwa setiap orang secara alami akan saling menghargai (rasional) sehingga dia menganggap manusia adalah makhluk bebas yang dengan sendirinya tahu nilai-nilai kemasyarakatan. Pemikiran semacam ini sangat berbahaya karena pada kenyataannya manusia tidak seperti anggapan Adam Smith (rasional, ada beberapa manusia yang irasional).

Tanpa adanya peraturan manusia akan saling makan dan menindas yang berlaku adalah hukum rimba. Smith yang menghargai sifat natural manusia dan kecewa pada dampak merkantilisme membenci campur tangan pemerintah tetapi tanpa ada campur tangan pemerintah, kehidupan dalam bernegara tidak akan dapat berjalan dengan sendirinya.

Laissez-faire Principles

Di dalam bukunya Smith yang berjudul Wealth of Nations, prinsip Laissez faire menjadi dasar dari sistem ajaran dan menjadi pelabuhan bagi filsuf-filsuf luar negeri yang membentuk suatu bagian esensial. Prinsip Laissez faire, persaingan, dan teori nilai pekerja adalah fitur berharga yang diajarkan dari sekolah ekonomi beraliran klasik, yang secara esensial dibangun oleh Smith serta Malthus, Ricardo, dan Mill. Prinsip Laissez faire merupakan pondasi bagi sistem ekonomi klasik.

Ketika Smith membuat pembelaannya untuk natural liberty atau lissez faire, dia telah ketinggalan tradisi filosofi politik Locke. Pemikiran besar bahwa ada pembatasan untuk legitimasi fungsi pemerintah dia dapat menemukan pada Locke.

Prinsip pembatasan Locke akan membatasi legislasi untuk yang dibuat untuk barang publik. Bagi Smith, barang publik membutuhkan laissez faire karena pencarian self-interest, dipandu oleh invisible hand dari persaingan, yang menghasilkannya, sedangkan intervensi pemerintah dalam lingkungan perekonomian akan lebih sering mengganggu daripada menolong

Teori Nilai Barang

Dalam menentukan nilai barang Smith mengatakan adanya antimony nilai/paradox nilai, yaitu suatu barang yang nilai tukarnya tinggi tetapi daya gunanya rendah atau sebaliknya. Dan yang menentukan tinggi rendahnya nilai suatu barang adalah kelangkaan dan pengorbanan untuk memperolehnya atau nilainya dalam pertukaran. Sumbernya adalah dari komponen tenaga kerja dan imbalan jasa dari tenaga yang dikorbankan.

Teori Distribusi Pendapatan dan Alokasi Sumber Daya Ekonomi dalam Mayarakat

Pandangan ini bermula tentang adanya hubungan penting dalam inti kehidupan ekonomi, misalnya prinsip kemanfaatan bersama (principle of aqual advantage) dan gagasan tentang adanya gerakan-gerakan sumber daya ekonomi dari suatu sektor ada sektor yang lain dan dari satu lapangan kerja pada lapangan kerja yang lain. Menurutnya pembayaran uang yang terbesar untuk membiayai produksi dan distribusi adalah upanh, sewa dan laba.

Teori Upah

Upah dianggap biaya dalam proses produksi. Biaya upah tersebut dinilai dengan harga untuk menggunakan sejumlah tenaga kerja yang mencakup biaya mempertahankan kehidupan tenaga kerja yang bersangkutan yang dikenal dengan teori upah subsistensi atau teori upah alami. Jika upah jatuh dibawah tingkat subsistensi (tingkat minimum untuk bertahan hidup) maka pekerja akan mati; dan apabila semakin sedikit pekerja yang menawarkan jasa mereka maka upah akan naik. Di pihak lain jika upah berada diatas tingkat subsistensi, dan menghasilkan standar hidup yang tinggi, dan ini berarti hanya sedikit pekerja yang mati dan lebih banyak anak-anak mereka yang bertahan hidup. Disini, dengan meningkatnya jumlah pekerja pada akhirnya akan menurunkan upah ke tingkat subsistensi. Jadi, jika upah jatuh di bawah subsistensi maka pekerja langka dan upah akan naik, begitupun sebaliknya.

Teori Laba

Laba sebagai jasa dari modal yang didasarkan atas teori nilai dan harga barang yang bersumber pada biaya tenaga kerja untuk mempertahankan bagian berupa bunga (laba) adalah bagian untuk tenaga kerja tapi diambil oleh majikan/pemilik modal, inilah yang kemudian disebut nilai surplus yang diciptakan oleh tenaga kerja.

Teori Mekanisme dan Pembagian Tenaga Kerja

Teori ini menyatakan bahwa produktivitas tenaga kerja dapat ditingkatkan jika dilakukan suatu pembagian kerja. Dengan dilakukannya pembagian kerja, setiap tenaga kerja akan memiliki spesialisasi kerja sesuai dengan bakat dan kemampuan masing-masing. Peningkatan produktivitas pekerja akibat spesialisasi ini pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas perusahaan tempat mereka bekerja. Jadi, menurut Smith pembagian kerja dan spesialisasi dapat membawa efisiensi kerja dan hasil optimal bagi masyarakat secara menyeluruh. Semakin luas pasarannya, semakin banyak terbuka kesempatan untuk spesialisasi yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Sebaliknya, pasar yang terbatas menjadi kendala terhadap pelaksaan pembagian kerja dan spesialisai.

Teori Keuntungan Mutlak

Menurut Adam Smith kedua negara akan melakukan perdagangan atau pertukaran apabila masing-masing negara memperoleh keuntungan mutlak dari perdagangan itu, artinya suatu negara dikatakan mempunyai keuntungan mutlak dalam memproduksi suatu jenis barang bila negara tersebut dapat memproduksi barang itu dengan jam/hari yang lebih sedikit dibandingkan jika barang tersebut diproduksi negara lain.

Teori absolute advantage ini didasarkan kepada beberapa asumsi pokok antara lain sebagai berikut:

1. Faktor produksi yang digunakan hanya tenaga kerja

2. Kualitas barang yang diproduksi kedua negara sama

3. Pertukaran dilakukan secara barter atau tanpa uang

4. Biaya transport diabaikan

Teori Pertumbuhan Ekonomi

Menurut Adam Smith ada dua aspek utama dari pertumbuhan ekonomi yaitu pertumbuhan output (GDP) total dan pertumbuhan penduduk. Smith melihat system produksi suatu negara terdiri dari tiga unsur pokok, yaitu:

a. Sumber-sumber alam yang tersedia (atau faktor produksi “tanah”)

b. Sumber-sumber manusiawi

c. Stok barang capital yang ada

Teori Uang danBunga

Pada intinya pendapat Smith ini sama dengan para tokoh yang lain yaitu bahwa tambahan jumlah uang yang beredar akan menaikkan tingkat harga keseluruhan. Ia memandang bahwa uang berguna sebagai alat tukar menukar tetap ia sama sekali tidak keberatan terhadap bunga atas pinjaman uang karena bunga akan rendah bila tabungan melimpah dan bunga akan tinggi bila permintaan akan uang melebihi tabungan.

Teori Akumulasi Kapital

Disini smith mencoba menyesuaikan bagaimana kesejahteraan masyarakat dapat dicapai dengan melakukan investasi dalam peralatan dan mesin. Teorinya dimulai dengan pemikiran bahwa setiap orang berkeinginan untuk meningkatkan kesejahteraanya. Kesejahteraan tersebut dapat dicapai dengan cara meningkatkan laba melalui investasi dalam mesin dan peralatan. Dengan mesin dan peralatan yang baik, tenaga kerja yang sudah terspesialisasi akan semakin produktif, sehingga produksi perusahaan secara keseluruhan juga akan meningkat.

c. David Ricardo (1772 – 1823)

Ricardo berpendapat bahwa ada saling menguntungkan dari perdagangan (atau tukar) bahkan jika salah satu pihak (misalnya negara kaya sumber daya alam, yang sangat terampil pengrajin) lebih produktif di setiap wilayah mungkin dari pada rekan perdagangan (misalnya negara miskin sumber daya, buruh tidak terampil), selama masing-masing berkonsentrasi pada kegiatan di mana ia memiliki keuntungan produktivitas relatif.

Ia mengemukakan suatu teori yang disebut teori nilai kerja. Upah pekerja menurut Ricardo tergantung kepada keperluan subsistensi, yaitu kebutuhan minimum yang diperlukan para pekerja agar dapat bertahan hidup.kebutuhan minimum menurut Ricardo tergantung pada lingkungan dan adat istiadat.

Menurut Ricardo, ketika standar umum kehidupan meningkat, upah minimum yang dapat dibayarkan kepada pekerja juga meningkat. Dengan demikian, tingkat upah pada abad ke-19 tidak akan sama dengan tingkat upah pada abad ke-20. Hal ini mengisyaratkan bahwa Ricardo mengantisipasi adanya perubahan perekonomian secara menyeluruh. Selain itu, Ricardo mengantisipasi adanya perubahan perekonomian secara menyeluruh. Selain itu, Ricardo mempertimbangkan kondisi pekerja. Yang mana Jika standar kehidupan minimum meningkat, maka upah minimum juga meningkat.

Teori keunggulan komparatif

Teori keunggulan komparatif (theory of comparative advantage) merupakan salah satu teori dari beberapa teori yang dikemukakan oleh David Ricardo. Menurutnya, perdagangan internasional terjadi bila ada perbedaan keunggulan komparatif antarnegara. Ia berpendapat bahwa keunggulan komparatif akan tercapai jika suatu negara mampu memproduksi barang dan jasa lebih banyak dengan biaya yang lebih murah daripada negara lainnya. Sebagai contoh, Indonesia dan Malaysia sama-sama memproduksi kopi dan timah. Indonesia mampu memproduksi kopi secara efisien dan dengan biaya yang murah, tetapi tidak mampu memproduksi timah secara efisien dan murah. Sebaliknya, Malaysia mampu dalam memproduksi timah secara efisien dan dengan biaya yang murah, tetapi tidak mampu memproduksi kopi secara efisien dan murah. Dengan demikian, Indonesia memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi kopi dan Malaysia memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi timah. Perdagangan akan saling menguntungkan jika kedua negara bersedia bertukar kopi dan timah.

Dalam teori keunggulan komparatif, suatu bangsa dapat meningkatkan standar kehidupan dan pendapatannya jika negara tersebut melakukan spesialisasi produksi barang atau jasa yang memiliki produktivitas dan efisiensi tinggi.

d. Jean Batiste Say

Jean Batiste Say adalah seorang pakar ekonomi kelahiran Perancis yang berasal dari keluarga saudagar dan menjadi pendukung pemikiran Adam Smith. Say memperbaiki sistem Adam Smith dengan cara yang lebih sistematis serta logis. Karya Say yaitu theorie des debouchees (teori tentang pasar dan pemasaran) dan dikenal sebagai Hukum Say (Say’s Law) yaitu supply creats its oven demand; tiap penawaran akan menciptakan permintaanya sendiri. Menurut Say dalam perekonomian bebas atau liberal tidak akan terjadi produksi berlebihan (over production) yang sifatnya menyeluruh, begitu juga pengangguran total tidak akan terjadi. Yang mungkin terjadi menurut Say ialah kelebihan produksi yang sifatnya sektoral dan juga pengangguran yang sifatnya terbatas (pengangguran friksi).

e. Thomas Robert Malthus

Thomas Robert Malthus dilahirkan tahun 1766 di Inggris, sepuluh tahun sebelum Adam Smith menerbitkan The Wealth of Nations dan meninggal tahun 1834. Malthus adalah seorang ilmuwan di bidang teologi yang kemudian memusatkan perhatiannya kepada masalah-masalah ekonomi dalam perkembangan masyarakat. Malthus adalah alumnus dari University of Cambridge, Inggris, tempat ia menyelesaikan pelajaran dalam ilmu matematika dan ilmu sejarah klasik. Malthus diangkat menjadi Profesor of History and Political Economy di East India College. Bagian yang paling penting dalam pola dasar pemikiran Malthus dan kerangka analisisnya ialah menyangkut teori tentang sewa tanah dan teori tentang penduduk dengan bukunya yang berjudul An Essay on the Principle of Population. Teori Malthus pada dasarnya sederhana saja. Kelahiran yang tidak terkontrol menyebabkan penduduk bertambah menurut deret ukur padahal persediaan bahan makanan bertambah

Menurut Thomas Robert Malthus kenaikan jumlah penduduk yang terus menerus merupakan unsur yang perlu untuk adanya tambahan permintaan, tetapi kenaikan jumlah penduduk saja tampa dibarengi dengan kemajuan faktor-faktor atau unsur-unsur perkembangan yang lain sudah tentu tidak akan menaikan pendapatan dan tidak akan menaikan permintaan. Turunnya biaya produksi akan memperbesar keuntungan-keuntungan para kapitalis dan mendorong mereka untuk terus berproduksi.
Menurut Thomas Robert Malthus untuk adanya perkembangan ekonomi diperlukan adanya kenaikan jumlah kapital untuk investasi yang terus menerus, sedangkan menurut J.B.Say berkembang dengan hukum pasar, dimana dikatakan bahwa Supply Creates its own demand yang artinya asal jumlah produksi bertambah maka secara otomatis permintaan akan ikut bertambah pula karena pada hakekatnya kebutuhan manusia tidak terbatas.

f. John Stuart Mill (1806 – 1873)

Teori-teorinya :

1. The new real capital berupa dana upah yang dibayarkan pada pekerja yang akhirnya upah tersebut dibelanjakan kembali oleh para pekerja untuk kebutuhan konsumsi

2. Pertumbuhan Ekonomi (seperti pada T. David Ricardo)

keadaan stationary merupakan keadaan yang diinginkan karena memungkinkan diadakannya “social reform” mis, pemerataan dsb

3. Supply- Demand

harga pasar ditentukan oleh kekuatan antara penawaran dan permintaan

4. Laisser Faire

fungsi pemerintah yang diperlukan ; menarik pajak, perlindungan hak milik, proteksi konsumen, pendidikan umum, perlindungan dsb

5. Teori dana dan upah

tinggi rendahnya upah tergantung pada dana yang ada dan juga jumlah pekerja yang dipekerjakan. Agar upah naik, pemilik modal harus menurunkan standart hidupnya sehingga kelebihan uang akan mengalir ke pekerja (dengan asumsi jumlah pekerja tetap)

6. Perdagangan internasional memberikan manfaat :

a. tehnologi lebih baik

b. masuknya modal dari Negara lain

c. mengembangkan ide-ide baru

g. John Maynard Keynes (1883 – 1946)

Hasrat berkonsumsi merupakan fungsi dari pendapatan. Tetapi corak konsumsi selain tergantung dari tingkat pendapatan juga tidak kurang dipengaruhi selera konsumen dalam memilih kemungkinan alternatif.

Hasrat likuiditas, sampai seberapa jumlah dan untuk berapa lama para penabung hendak menahan cadangan tabungannya dalam bentuk dana likuiditas (sangat dipengaruhi oleh persepsi)

Efisiensi marginal investasi modal tergantung dari antisipasi dan ekspektasi (dugaan) tentang imbalan jasa di masa depan bagi investasinya sekarang

John Mainard Keynes (1883-1946) adalah putra seorang profesor ilmu ekonomi Inggris. Ia adalah seorang mahasiswa dan sekaligus guru pada Cambridge University, seoarang pegawai negeri, seorang editor dan sekertaris sebuah perkumpulan ilmiah dan seorang pengusaha. Tetapi ia tetap seorang ahli ekonomi yang secara konstan memperhatikan peroblem-peroblem masa dan tempatnya .

Karya tebesar keynes dijabarkan dalam buku The Ganeral Theory of Employment, Interset and Money (teori umum mengenai kesempatan kerja, bunga dan uang) yang di terbitkan pada tahun1936.

a. Pokok-Pokok Ajaran Keynes

Inti pokok dari ajaran Keynes adalah sebagai berikut :

1. Pendapatan total tergantung dari volume kesempatan kerja total

2. Kecenderungan untuk berkonsumsi ( propensiti to Consume = PTC ), dimana jumlah pengeluaran untuk konsumsi tergantung pada tingkat pendatan, demikian halnya pada kesempatan kerja total.

3. Kesempatan kerja total tergantung pada permintaan efektif total (D), yang terdiri dari dua bagian yaitu : (a) pengeluaran untuk Konsumsi (D1) dan (b) pengeluaran untuk inventasi (D2), Sehingga :

D = D1 + D2

4. Dalam keadaan keseimbangan (equilibrium) permintaan total (aggregate demand = D) sama dengan aggregate supply = Z).

jika : D = D1 + D2 atau D2 = D – D1

Maka : D = Z, sehingga D2 = Z – D1

5. Dalam keadaan keseimbangan (equilibrium), penawaran total sama dengan permintaan total dan permintaan total dideterminasi oleh kecendrungan untuk mengkonsumsi (PTC) dan volume inventesi. Dengan demikian, maka volume kesempatan kerja tergantung pada : (a) fungsi penawaran total (aggregate supply function), (b) kecendrungan untuk berkonsumsi (the propensity to consume), dan (c) volume investasi

6. Fungsi penawaran total tergantung pada kondisi-kondisi fisik penawaran dan kecenderungan untuk berkonsumsi adalah relatif stabil dan oleh karenanya fluktuasi-fluktuasi pada kesempatan kerja terutama tergantung pada volume inventasi.

7. Volume inventasi tergantung pada : (a) efisiensi marginal modal atau marginal efficency of capital = MEC, dan (b) suku bunga (interest).

8. Efisiensi marginal modal tergantung pada : (a) harapan tentang hasil laba, dan (b) biaya pengganti aktiva modal.

9. Suku bunga tegantung pada : (a) jumlah uang, dan (b) keadaan preferensi likuiditas.



b. Kenynes versus klasik

Keynes menganggap bahwa pengawasan sentral dan pengawasan oleh negera (pemerintah) adalah perlu guna memperbaiki dan mempertahankan kondisi tertetu yang umumnya diinginkan pada sebuah perekonomian. pandangan tersebut mirip dengan kaum merkantilisme yang secara singkat dapat dikatakan bahwa ekonomi Keynes merupakan persoalan politik atau kebijakan.

Seperti halnya kaum merkantilis ia menghendaki agar pemerintah memberikan perlindungan secara intern dan ia menganjurkan agar diperlukan perpajakan guna memberikan jaminan sosial bagi tenaga kerja tanpa menaikkan upah, sedangkan secara extern ia menganjurkan perlunya tarif protektif guna meningkatkan kegiatan ekspor.

Teori Keynes diasumsikan bahwa tendasi untuk mengadakan tabungan (saving) cenderung menjadi lebih besar dengan tendisi untuk menginventasi. pada perokonomian kapitalis yang maju, kesempatan inventasi dan perangsang untuk menginventasi berbeda.

Tetapi tabungan (tidak mengeluarkan) berlangsung terus. Dengan demikian timbul suatu kesenjangan (gap) antara pendapatan dan pengeluaran konsumen yang terlampau besar untuk ditutupi/diisi oleh inventasi. hal tersebut mengurangi permintaan efektif yang cenderung menyebabkan output dan kesempatan kerja berkurang.

Pada akhirnya pendapatan dan konsumsi terpengaruhi. jumlah tabungan (surplus yang melebihi konsumsi) berkurang, hingga mengembalikan keseimbangan antara tabungan dan parangsang untuk menginventasi tetapi keseimbangan (equilibrium) parsial serta temperor tersebut adalah keseimbangan yang kurang dari full employment. Keseimbangan demikian tidak terlampau stabil. jadi Keynes tiba pada suatu kesimpulan bahwa usaha swasta (private enterprise) saja tidak dapat diandalkan.

Dalam rangka usaha mencapai tujuan yang fullemployment melalui kebijaksanaan - kebijaksanaan tentangmanagement, Keynes merumuskan sebuah teori ekonomi makro sederhana. Ia mempersoalkan kondisi-kondisi yang mempengaruhi output dan kesempatan kerja secara keseluruhan yakni pada persoalan aggregates(totalitas/keseluruhan).

Variabel-variabel makro ekonomi yang besar bagi Keynes adalah konsumsi total, investasi total dan pendapatan total dalam suatu perekonomian. Formulasinya adalah sebagai berikut:

Konsumsi Total + Infestasi Total = Pendapatan total

( C + I = Y )

Formulasi di atas disebut sebagai model ekonomi tertutup sederhana dalam perkembangan ekonomi.

h. David Hume

Sebagai seorang ahli ekonomi Hume menyumbang teori uang dan teori perdagangan nasional. Ia menganalisis dampak uang terhadap tingkat suku bunga, kegiatan ekonomi, dan harga. Ia juga menjelaskan bagaimana dan mengapa negara-negara tidak mungkin mengalami ketidakseimbangan perdagangan dalam jangka waktu yang lama.



4. FILSAFAT EKONOMI NEO KLASIK

a. Perintis Analisis Marjinal

Mazhab neoklasik telah mengubah pandangan tentang ekonomi baik dalam teori maupun dalam metodologinya. Teori nilai tidak lagi didasarkan pada nilai tenaga kerja atau biaya produksi tetapi telah beralih pada kepuasan marjinal (marginal utility). Pendekatan ini merupakan pendekatan yang baru dalam teori ekonomi.

Salah satu pendiri mazhab neoklasik yaitu Gossen, dia telah memberikan sumbangan dalam pemikiran ekonomi yang kemudian disebut sebagai Hukum Gossen I dan II. Hukum Gossen I menjelaskan hubungan kuantitas barang yang dikonsumsi dan tingkat kepuasan yang diperoleh, sedangkan Hukum Gossen II, bagaimana konsumen mengalokasikan pendapatannya untuk berbagai jenis barang yang diperlukannya. Selain Gossen, Jevons dan Menger juga mengembangkan teori nilai dari kepuasan marjinal. Jevons berpendapat bahwa perilaku individulah yang berperan dalam menentukan nilai barang. Dan perbedaan preferences yang menimbulkan perbedaan harga. Sedangkan Menger menjelaskan teori nilai dari orde berbagai jenis barang, menurut dia nilai suatu barang ditentukan oleh tingkat kepuasan terendah yang dapat dipenuhinya. Dengan teori orde barang ini maka tercakup sekaligus teori distribusi.

Pemikiran yang sangat mengagumkan yang disusun oleh Walras tentang teori keseimbangan umum melalui empat sistem persamaan yang serempak. Dalam sistem itu terjadi keterkaitan antara berbagai aktivitas ekonomi seperti teori produksi, konsumsi dan distribusi. Asumsi yang digunakan Walras adalah persaingan sempurna, jumlah modal, tenaga kerja, dan lahan terbatas, sedangkan teknologi produksi dan selera konsumen tetap. Jika terjadi perubahan pada salah satu asumsi ini maka terjadi perubahan yang berkaitan dengan seluruh aktivitas ekonomi

b. Teori Produktivitas Marjinal

Dasar pemikiran mazhab neoklasik pada generasi kedua lebih akurasi dan tajam karena bila dibandingkan dengan pemikiran ekonomi pada kelompok generasi pertama neoklasik. Hal ini dapat terjadi karena pemikiran generasi kedua menjabarkan lebih lanjut perilaku variabel-variabel ekonomi yang sudah dibahas sebelumnya. Lingkupan telah berkembang dari produksi, konsumsi, dan distribusi yang lebih umum beralih pada penjelasan yang lebih tajam.

Pertentangan pemikiran antara para ahli neoklasik seperti J.B. Clark dapat menjadi sumber inspirasi dari perkembangan ilmu ekonomi dalam menjelaskan teori distribusi fungsional, ditafsirkan oleh J.B Clark mempunyai nilai etik, yang secara langsung membantah teori eksploitasi. Dengan teori produktivitas marjinal upah tenaga kerja, laba serta lahan dan bunga ditetapkan dengan objektif dan adil. Tetapi masalahnya, apakah setiap pekerja mendapat upah sama dengan PPMt nya?

Penggunaan pendekatan matematis dalam analisis ekonomi terutama dalam fungsi produksi semakin teknis, dan dengan penggunaan asumsi-asumsi yang dialaminya juga bertambah seperti dalam kondisi skala tetap, meningkat atau menurun. Hal ini dikaitkan pula dengan bentuk kurva ongkos rata-rata, oleh Wicksell. Hal ini merupakan sumbangan besar dalam pembahasan ongkos perusahaan dan industri. Pada saat kurva ongkos rata-rata menurun, sebenarnya pada fungsi produksi terjadi proses increasing returns, dan pada saat kurva ongkos naik, pada kurva produksi terjadi keadaan decreasing returns. Selanjutnya, pada saat ongkos rata-rata sampai pada titik minimum, pada fungsi produksi berlaku asumsi constant return to scale.

Pemikiran lain yang menjadi sumber kontroversi seperti pandangan Bohm Bawerk telah menimbulkan kontroversi pula tentang hubungan antara modal dan bunga. Kontroversi ini pun timbul dari pandangan J.B. Clark. Clark mempunyai pendapat bahwa barang-barang sekarang mempunyai nilai lebih tinggi daripada masa depan, karena itu timbullah bunga. Tetapi, bunga juga dipengaruhi oleh produktivitas melalui keunggulan teknik. Bohm Bawerk memberikan adanya premium atau agio, karena kebutuhan sekarang lebih tinggi daripada masa datang. Tetapi, Fisher melihat dari arus pendapatan masa depan perlu dinilai sekarang, yang dipengaruhi oleh kekuatan subjektif dan objektif. Fisher menjelaskan pula terjadinya bunga melalui permintaan dan penawaran terhadap tabungan dan investasi. Fisher memberi sumbangan pula pada tingkat bunga. Tingkat bunga merupakan marginal rate of return over cost.



Pemikiran Marshall sebagai Bapak Ekonomi Neoklasik

Sumbangan yang paling terkenal dari pemikiran Marshall dalam teori nilai merupakan sitetis antara pemikiran pemula dari marjinalis dan pemikiran Klasik. Menurutnya, bekerjanya kedua kekuatan, yakni permintaan dan penawaran, ibarat bekerjanya dua mata gunting. Dengan demikian, analisis ongkos produksi merupakan pendukung sisi penawaran dan teori kepuasan marjinal sebagai inti pembahasan permintaan. Untuk memudahkan pembahasan keseimbangan parsial, maka digunakannya asumsi ceteris paribus, sedangkan untuk memperhitungkan unsur waktu ke dalam analisisnya, maka pasar diklasifikasikan ke dalam jangka sangat pendek, jangka pendek, dan jangka panjang. Dalam membahas kepuasan marjinal terselip asumsi lain, yakni kepuasan marjinal uang yang tetap.

Dalam pembahasan sisi permintaan, Marshall telah menghitung koefisien barang yang diminta akibat terjadinya perubahan harga secara relatif. Nilai koefisien ini dapat sama dengan satu, lebih besar dan lebih kecil dari satu. Tetapi, ada dua masalah yang belum mendapat penyelesaian dalam hal sisi permintaan, yakni aspek barang-barang pengganti dan efek pendapatan. Robert Giffen telah dapat membantu penyelesaian kaitan konsumsi dan pendapatan dengan permintaannya terhadap barang-barang, sehingga ditemukan Giffen Paradox. Peranan substitusi kemudian diselesaikan oleh Slurtky.

Marshall menemukan surplus konsumen. Pengertian ini dikaitkan pula dengan welfare economics. Bahwa konsumen keseluruhan mengeluarkan uang belanja lebih kecil daripada kemampuannya membeli. Jika itu terjadi maka terjadi surplus konsumen. Selama pajak yang dikenakan pada konsumen lebih kecil daripada surplusnya itu, maka kesejahteraannya tidak menurun. Tetapi, pajak juga dapat digunakan untuk subsidi, terutama bagi industri-industri yang struktur ongkosnya telah meningkat. Marshall menjelaskan pula mengapa kurva ongkos total rata-rata menurun dan meningkat. Hal ini berkaitan dengan faktor internal dan eksternal perusahaan atau industri.

Mekanisme permintaan dan penawaran dapat mendatangkan ketidakstabilan, karena setiap usaha yang dilakukan untuk kembali ke posisi seimbang ternyata membuat tingkat harga dan jumlah barang menjauhi titik keseimbangan. Keadaan tidak stabil itu terjadi jika kurva penawaran berjalan dari kiri-atas ke kanan-bawah. Jika variabel kuantitas independen, terjadi kestabilan, tetapi jika berubah harga menjadi independen, maka keadaan menjadi tidak stabil.



5. FILSAFAT EKONOMI KAUM SOSIALIS

Pemahaman kaum sosialis muncul sekitar akhir abad 18 dan awal 19, dimana para pemikir atau filosof menafsirkan perlunya kebebasan, harga diri manusia dan supremasi hukum.

Jean Jacques Rousseau berpendapat bahwa ’hak milik merupakan pencirian’. Lalu Francois Emile Babeuf (1760-1797, berusaha untuk menghapuskannya dan mendirikan masyarakat komunistik. Ia berpendapat bahwa ’nature has given to every man an equal right ini the enjoyment of all goods’.



a. Kaum Sosialis Utopis

Istilah atau kata ’Utopis’ berasal dari judul buku yang dikarang oleh Thomas More dalam tahun 1516, yakni mengenai keadaan negara yang paling sempurna dan pulau baru yang bernama Utopia’.

Inti pokok tentang keadaan yang digambarkan dalam buku tersebut adalah sebagai berikut :

a. Pada pulau Utopis tersebut tidak ada ada lagi hak milik privat

b. Jam kerja terbatas hingga 6 jam

c. Baik pria maupun wanita diharuskan bekerja.

d. Kewajiban belajar diadakan.

e. Terdapat kebebasan beragama total

Filosof Inggris yang termashur bernama Francis Bacon, menggambarkan masyarakat ideal dalam bukunya ’Nova Atlantis’ (1623) bahwa disana ”semua kebodohan dan prasangka telah lenyap dan orang lain telah mendapatkan gambaran lengkap mengenai hukum-hukum alam. Inti pikirannya adalah bahwa manusia akan bebas apabila ia menemukan kebenaran.

Thomas Companella menerbitkan buku ’Negara Matahari’(civitas soli) yang diterbitkan juga tahun 1623, dimana lebih mempedalam masalah-masalah sosial. Companella menginginkan agar pendidikan sama bagi anak-anak wanita dan pria, karena pendidikan merupakan salah satu syarat bagi penciptaan masyarakat yang lebih baik. Tetapi agak berbeda dengan More tentang pendapat bawa keluarga bukanlah dasar yang baik bagi masyarakat. Apabila anak-anak mencapai usia 3 tahun, maka mereka diserahkan kepada negara.

Tokoh-tokoh atau filosof terkenal kaum sosialis utopis, yakni Edward Bellamy, Robert Owen, H. de Saint Simon, Louis Blanc, J.P. Proundhon.



b. Kaum Sosialis Ilmiah

Karl Max dan Friendrich Engels merupakan tokoh/filosof terkenal pada kaum sosialis Ilmiah. Mereka berusaha agar bagaimana suatu masyarakat sosialis akan berkembang dari masyarakat yang ada, memperkecil perbedaan antara masyarakat yang berada (kaya) dengan masyarakat yang tidak punya apa-apa (miskin). Pada masyarakat sosialis tidak ada lagi perbedaan-perbedaan dan pertentangan-pertentangan kelas (stratifikasi sosial).

Karl Max dijuluki sebagai nabi besar sosialisme modern, dimana telah mengkombinasikan ide-ide pihak yang telah mendahuluinya, baik kaum sosialis maupun maupun kapitalis dengan ide-idenya sendiri guna membentuk suatu sistem pemikiran baru yang merupakan dasar bagi suatu pergerakan yang kuat. Marx merupakan seorang ahli filsafat, historikus, ahli sosiologi dan ahli ekonomi. Ia telah menggariskan suatu kerangka pemikiran yang didasarkan pada syarat-syarat strategi bagi mereka yang ingin mengubah sifat masyarakat.

Teori ekonomi yang dikembangkan oleh Marx boleh dikatakan seluruhnya bersifat klasik, di mana dalam uraiannya mengunakan metode deduksi. Pada pokoknya Marx adalah seorang ahli ekonomi klasik, sehingga ada yang menamakan sebagai the last classical economist. Marx adalah murid dari David Richardo, di mana ia sering menggunakan alat-alat analisis David Rochardo. Menurut Marx, modal adalah bukan sebagai faktor produksi melainkan sebagai alat.

Karl Marx Mengemukakan teorinya berdasarkan atas sejarah perkembangan masyarakat dimana perkembangan itu melalui lima tahap.

1. Masyarakat komunal primitive (Primitive Conmund)

Dalam tahap ini masyarakat menggunakan alat-alat untuk bekerja yang sifatnya masih sangat sederhana dan bersifat komunal. Dalam masyarakat ini tidak ada surplus produksi di atas konsumsi karena orang yang membuat sendiri barang-barang atas kebutuhan sendiri, tetapi makin lama orang sedikit demi sedikit mengetahui alat-alat produksi yang lebih baik. Perbaikan dalam alat-alat produksi menyebabkan adanya perubahan-perubahan sosial dan kemudian terjadi pembagian kerja dalam produksi.

2. Masyarakat Perbudakan

Hubungan produksi antara orang-orang yang memiliki alat-alat produksi dengan orang-orang yang hanya bekerja untuk mereka merupakan dasar terbentuknya masyarakat perbudakan. Dengan cara seperti ini keuntungan para pemilik alat produksi semakin besar karena budak-budak hanya diberi sekedar nafka supaya dapat bekerja.

3. Masyarakat Feodal

Masyarakat feodal ini merupakan masyarakat baru yaitu dimana kaum bangsawan memiliki alat-alat produksi yang paling utama yaitu tanah dan para petani kebanyakan terdiri dari bekas budak yang dibebaskan. Mereka mengerjakan tanah itu untuk kaum feodal dan setelah itu baru tanah miliknya sendiri dapat dikerjakan. Perbaikan-perbaikan alat dan cara produksi banyak terjadi dalam system ini dengan demikian ada dua golongan kelas, yaitu :

a) Kelas Feodal yang terdiri dari tuan-tuan tanah yang lebih berkuasa dalam hubungan sosial.

b) Kelas buruh yang bertugas melayani mereka.

Kepentingan kedua kelas ini berbeda-beda. Kelas feodal lebih memikirkan keuntungan saja dan kemudian mendirikan pabrik-pabrik. Kelas buruh yang memiliki alat-alat produksi menghendaki pasaran buruh yang bebas, dan dihapuskannya tarif dan rintangan lainnya dalam perdagangan yang diciptakan kaum feodal.

4. Masyarakat Kapitalis

Kelas kapitalis memperkerjakan kelas buruh yang mau tidak mau menjual tenaganya karena tidak memiliki alat produksi seperti telah disinggung bahwa kelas kapitalis dan kelas buruh merupakan dua kelas dalam masyarakat yang kepentingannya saling bertentangan.

5. Masyarakat Sosial

Dalam sistem sosialis, pemilikan alat-alat produksi didasarkan atas hak milik sosial (Social Ownership). Hubungan produksi merupakan hubungan kerjasama dan saling membantu di antara buruh yang bebas dari unsur eksploitasi. Sistem ini memberi kesempatan kepada manusia untuk maju baik dilapangan produksi maupun didalam kehidupan masyarakat.

Teori Nilai Lebih

Nilai lebih = nilai pakai – nilai tukar

Nilai tukar = nilai yang diperoleh buruh/upah yang dibayarkan

Nilai pakai = nilai yang diperoleh majikan atas seluruh pemakaian tenaga kerja

Nilai lebih merupakan sumber hidup kapitalis sehingga selalu berusaha meningkatkan surplus setinggi-tingginya dengan cara memperpanjang jam kerja, menekan upah buruh dan meningkatkan produktivitas buruh



Runtuhnya kapitalisme dalam “the communist manifesto” melalui konsep the law of capitalist motion

a. Hukum konsentrasi, dimana perusahaan bergabung agar tidak bengkrut sehingga terjadi pemusatan

b. Hukum akumulasi, dimana kekayaan semakin menumpuk dan terjadinya monopoli

c. Hukum kemiskinan, dimana perusahaan kecil bangkrut dan bergabung dengan kaum buru, tenaga kerja meningkat, upah ditekan dan kemiskinan meluas

d. Hukum krisis, dimana produksi meningkat dan keuntungan besar, upah ditekan menyebabkan pendapatan menurun, terjadi kelebihan produksi diatas konsumsi, harga barang merosot, produksi ditahan, pabrik tutup sehingga kapitalis mengalami kehancuran.



Revolusi baru dalam the communist manifesto memuat cirri-ciri :

1. menghapus semua kepemilikan tanah

2. pembebasan pajak progresif

3. menghapus warisam

4. menyita kekayaan emigrant dan pemberontak

5. sentralisasi kredit oleh pemerintah

6. sentralisasi alat komunikasi dan transportasi oleh pemerintah

7. alat produksi hanya milik pemerintah

8. tanggungjawab semua pekerja sama

9. kombinasi antara pertanian dan industri serta penghapusan secara gradual perbedaan populasi antara kota dan desa

10. Pendidikan bagi anak dan penghapusan buruh anak







6. FILSAFAT EKONOMI MODERN

Pada akhir abad 19, kontrol dan arah dari industri skala besar berada di tangan pemilik modal. Masa ini biasa disebut sebagai “finance capitalism,” dicirikan dengan subordinasi proses produksi ke dalam accumulation of money profits dalam system keuangan. Penampakan utama kapitalisme pada masa ini mencakup establishment of huge industrial cartels atau monopolies; kepemilikan dan manajemen dari industri oleh pemilik modal berpisah dari proses produksi; dan pertumbuhan dari complex system banking, sebuah keadilan pasar, dan perusahaan memegang modal melalui kepemilikan saham.

Tampak meningkat juga industri besar dan tanah menjadi subject of profit dan loss oleh spekulan. Akhir abad 19 juga muncul “marginal revolution” yang meningkatkan dasar pemahaman ekonomi mencakup konsep-konsep seperti paham marginalisme dan opportunity cost. Lebih lanjut, Carl Menger menyebarkan gagasan tentang kerangka kerja ekonomi sebagai opportunity cost dari keputusan yang dibuat pada margins of economic activity.



Pandangan beberapa pemikir ekonomi modern

Arthur Cecil Pigou (1877-1959) dikenal sebagai bapak ilmu ekonomi kesejahteraan (welfare economics) modern, yang mempelajari bagaimana membuat ekonomi beroperasi dengan lebih efisien dan trade off antara efisiensi dan keadilan (equity). Pigou juga seorang pelopor ilmu. keuangan publik modern. Pigou menjelaskan ketika terdapat eksternalitas, yaitu perbedaan biaya privat dan biaya sosial, maka pemerintah mempunyai alasan untuk campur tangan dalam pasar, sehingga ia juga dianggap pelopor ekonomi lingkungan.

Joseph Schumpeter (1883-1950) mempelajari tahap dan penyebab siklus bisnis (business cycle) dan dalam bukunya Capitalism, Socialism and Democracy (1942) dia berpendapat bahwa kapitalisme justru bisa hancur oleh keberhasilannya. karena perusahaan-perusahaan kecil digantikan oleh perusahaan-perusahaan besar yang dijalankan bukan oleh pengusaha tetapi oleh manajerial birokrat sehingga lebih suka pendapatan yang tetap daripada melakukan inovasi dan mengambil resiko. Menurut Schumpeter kunci pertumbuhan ekonomi adalah pengusaha yang inovatif yang bersedia mengambil resiko dan memperkenalkan teknologi-teknologi baru.

Gunnar Myrdal (1898-1987) dalam bukunya An American Dilemma menyatakan ada konflik moral di Amerika. Disatu pihak, rakyat Amerika percaya kepada keadilan dan persamaan kesempatan. Dipihak lain dalam prakteknya orang kulit berwarna diberlakukan tidak sederajat dengan orang kulit putih. Myrdal berpendapat bahwa semakin besar pemerataan disuatu negara maka semakin cepat pertumbuhannya. Konsekuensi fisik dan psikologis dari kemiskinan adalah orang miskin tidak mampu memanfaatkan bakatnya. Dia mempelajari hukum dan kemudian ekonomi dari Stockholm University, mengajar di Harvard sejak 1938 dan pemenang hadiah Nobel 1974.

John Kenneth Galbraith (1908- ) menyatakan perlu campur tangan pemerintah untuk menghadapi kekuatan kepentingan bisnis dan melindungi kepentingan publik. Galbraith (1967) menyatakan bahwa yang terjadi di Amerika Serikat bukan pasar kompetitif yang menguntungkan publik tetapi justru pasar non kompetitif dan perusahaan besar yang mengontrol pasar. Kebijakan yang diperlukan adalah pengendalian harga, peraturan upah minimum, jaminan pendapatan minimum, penyediaan barang publik yang cukup, perlindungan lingkungan, asuransi pegawai. Dia mengajar di Harvard dan penasehat presiden Trumper serta pemenang hadiah Nobel 1976. Dia menulis buku The Affluent Society, The New Industrial State dan Ekonomics and The Public Purpose.

Milton Freedman (1912-2006) menyatakan uang dan kebijakan moneter berperan penting dalam menentukan aktivitas ekonomi. Dia menyatakan solusi masalah inflasi adalah harus mengendalikan pertumbuhan peredaran uang dan nilai tukar fleksibel lebih baik dari nilai tukar tetap. Freedman mendukung kebebasan individu dan menentang intervensi pemerintah dalam perekonomian dan menyatakan kapitalis adalah sistem ekonomi terbaik karena mempromosikan kebebasan politik dan karena pasar dapat membantu, mengimbangi kekuatan politik. Dalam sampul bukunya Free to choose Friedman memegang pensil yang menunjukkan bahwa tidak seorangpun yang bisa membuat pensil, meskipun pemenang hadiah Nobel. Dengan grafit dari Sri Langka, penghapus yang dibuat dari minyak rapeseed (lobak) dan sulfur chloride dari Indonesia, kayu dari Oregon dan dirakit di Wilkes-Barre, Pensylvania pensil yang berharga 10 sen dolar adalah produk dari pasar internasional. Friedman sering disebut sebagai penerus Hayek dan tokoh Neoliberal.

Paul Samuelson (1915–2009) adalah pelopor pembangunan landasan matematika untuk ekonomi. Baginya formalisme matematika dapat mengklarifikasikan sifat dari model dan argumentasi. Dia melihat bahwa matematika (aljabar linier dan kalkulus) menerangkan argumentasi-argumentasi dan membuktikan dalil ekonomi dapat diuji secara empiris. Samuelson merupakan tokoh penting yang membawa ekonomi Keynesian ke Amerika. Dia guru besar ekonomi di MIT dan pemenang hadiah Nobel 1970.

James M. Buchanan (1919- ) mengembangkan, analisis ekonomi untuk mempelajari keputusan politisi dan pembuatan keputusan politik. Dia menyatakan pemahaman proses politik adalah penting untuk studi ekonomi. Buchanan berpendapat bahwa karena pembuat kebijaksanaan adalah manusia, maka mereka akan berusaha mendahulukan kepentingan sendiri daripada kepentingan publik dalam menetapkan undang-undang dan kebijakan terbaik bagi seluruh bangsa. Politisipun. akan berusaha untuk terus memegang jabatan politis daripada meningkatkan kesejahteraan pemilihnya. Buchaman mencatat bahwa politisi tidak mungkin diambil dari orang-orang yang lebih menyukai peran minimal pemerintah. Politisi lebih tertarik dengan rekayasa sosial yang beranggaran besar, karena kontrol atasnya menyebabkannya dapat memperoleh keuntungan, termasuk dana supaya dia bisa terpilih kembali. Demikian pula pegawai karir pemerintah berusaha mengusulkan anggaran. yang tinggi karena meningkatkan pendapatannya. Buchanan juga menentang defisit dan hutang publik karena ketika pemerintah menjual obligasi akan bersaing dengan pemberi pinjaman swasta sehingga menaikkan suku bunga dan menurunkan investasi. Dia adalah pemenang hadiah Nobel 1986.

Robert Solow (1924 – ) dikenal dengan model pertumbuhan ekonomi Solow dengan fokus peranan teknologi dalam pertumbuhan ekonomi. Solow berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan membutuhkan tidak hanya penambahan modal tetapi juga kemajuan teknologi. Teknologi mempunyai peranan penting dalam menyeimbangkan diminishing return (pengembalian yang menurun) pada saat modal meningkat. Solow adalah guru besar ekonomi di MIT dan pemenang nobel 1987.

Armatya Sen (1933 – ) adalah figur utama dalam bidang ekonomi kesejahteraan (welfare) dan pembangunan ekonomi. Berpendapat bahwa ekonomi seharusnya lebih mengembangkan kemampuan diri manusia dan memperbanyak pilihan untuk mereka. Menerapkan pendekatan kemampuan dalam pengembangan ekonomi. Dia membedakan antara pertumbuhan ekonomi dan perkembangan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi meningkatkan pendapatan perkapita sedangkan perkembangan ekonomi meningkatkan harapan hidup, bebas buta huruf, kesehatan dan pendidikan masyarakat sehingga mereka bisa menjadi individu yang lebih berguna. Dia adalah pemenang hadiah Nobel 1993.

Joseph Stiglitz (1943 – ) dikenal sebagai pakar “ekonomi informasi” dan salah satu dari tiga pemenang hadiah Nobel 2001 yang dianggap berjasa meletakkan dasar bagi teori umum tentang pasar dengan informasi asimetrik. Dia dikenal sebagai ekonomi pemberontak karena mengkritik kebijakan negara-negara maju dan IMF dalam hubungannya dengan negara-negara berkembang.

Menurut Stiglitz IMF memberi resep penyelesaian standar khusus yang tidak tepat dan ketinggalan jaman, tanpa mempertimbangkan dampak yang mereka akibatkan kepada rakyat di negara yang diberitahu melakukan kebijakan tersebut. Jarang dia lihat peramalan mengenai apa yang dilakukan kebijakan tersebut kepada kemiskinan. Jarang dia lihat diskusi dari analisis yang mendalam tentang dampak-dampak dari kebijakan-kebijakan alternatif yang ada hanyalah resep tunggal. Pandangan-pandangan alternatif tidak dicari. Ideologi menuntun resep kebijakan dan negara-negara diharapkan mengikuti petunjuk-petunjuk IMF tanpa membantah.

Ketidakberhasilan IMF menurut Stiglitz, adalah karena tidak mengikuti urutan dan langkah tertentu dan kegagalan untuk sensitif terhadap konteks sosial yang lebih luas, seperti memaksakan liberalisasi sebelum terdapat regulasi yang memadai dan sebelum negara tersebut dapat menanggung konsekuensi yang merugikan dari perubahan mendadak sentimen pasar yang merupakan bagian dari kapitalisme modern; memaksakan kebijakan yang menghilangkan lapangan kerja sebelum lapangan kerja baru terbentuk, memaksakan privatisasi sebelum terdapat kompetisi dan regulasi yang mendukung.



D. KESIMPULAN

Pemikiran atau teori ekonomi yang selalu berubah-ubah itu sendiri disebabkan karena ketidakmampuannya memecahkan persoalan ekonomi secara menyeluruh namun hanya pada kondisi, tempat atau waktu tertentu saja. Oleh karena itu, seringkali lahir teori baru yang pendekatannya merupakan pengulangan dari teori atau pemikiran lama. Modifikasi teori ekonomi cenderung kembali ke mode lama, yaitu mode klasik yang lebih sederhana. Tentunya dengan berbagai penyesuaian dengan kondisi yang terjadi saat ini.







Referensi

http://akhmadaliyunus.wordpress.com/materi-kuliah/semester-2/sejarah-pemikiran-ekonomi/

http://alpha.montclair.edu/~lebelp/RolodexofFamousEconomists.html

http://en.wikipedia.org/

http://idamuslimah67.wordpress.com/2013/04/19/pemikiran-ekonomi-modern/

http://thepublicadministration.blogspot.com/2012/11/pemikiran-thomas-hobbes-john-locke-dan.html

http://www.academia.edu/5024364/Sejarah_ekonomi_upload

http://www.biocrawler.com/encyclopedia/

http://www.econlib.org/library/Enc/bios/Quesnay.html